Memasuki musim kesembilan bersama tim, Andrew Robertson kini menghadapi tantangan baru di posisi bek kiri. Kehadiran pemain baru yang dibeli dengan harga tinggi telah menciptakan persaingan yang ketat dan mengubah dinamika tim yang sudah lama ia jalani.
Di bawah arahan pelatih anyar, waktu bermainnya semakin terbatas. Hal ini jelas berbeda dari peran utamanya selama bertahun-tahun, di mana ia senantiasa menjadi pilihan pertama di barisan pertahanan.
Meskipun situasi ini menjadi tantangan, Robertson menegaskan bahwa mentalitasnya tetap sama. Ia selalu berambisi untuk tampil di lapangan, tidak peduli dengan faktor-faktor yang menghambat performanya.
“Saya merasa seperti Jurgen Klopp tidak pernah memilih saya untuk bermain dalam satu pertandingan saja, dan itu membuat saya marah!” ucapnya dengan nada bercanda, mengekspresikan rasa rindunya untuk berada di lapangan. “Saya adalah tipe pemain yang ingin selalu bermain, bahkan ketika cedera.”
Ia menjelaskan bahwa meskipun semangatnya tetap tinggi, saat ini perannya dalam tim menjadi berbeda. Namun, roda kompetisi di dalam tim akan terus berputar, dan setiap pemain harus menjalaninya dengan penuh tanggung jawab.
Menghadapi Persaingan Ketat di Sektor Bek Kiri
Kehadiran Milos Kerkez menambah kompleksitas dalam skema pertahanan. Dengan transfer senilai £40 juta, ekspektasi terhadap pemain ini pun semakin meningkat. Ini mengharuskan Robertson beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di tim.
Robertson mengakui bahwa tantangan baru ini memberikan dinamika yang berbeda. Hanya dalam beberapa pertandingan, kualitas dan penampilan Kerkez sudah menunjukkan potensi yang mengesankan bagi tim.
Hal ini membuatnya sadar akan pentingnya menjaga performa agar tetap bermain. Meskipun tidak bisa berdiam diri, ia tetap fokus pada kontribusi yang dapat dihadirkannya dalam tim.
“Saya menghargai semua rekan setim saya, termasuk Kerkez. Dia adalah pemain hebat, dan kami saling berjuang untuk posisi ini,” tuturnya. Kompetisi, bagi Robertson, justru menjadi penggerak untuk meningkatkan kualitasnya dan menjadi pemain yang lebih baik.
Adanya persaingan yang ketat juga membuktikan bahwa kualitas dalam tim sangat penting untuk mencapai kesuksesan. Setiap pemain dituntut berusaha lebih keras agar menjadi yang terpilih di mata pelatih.
Pentingnya Mentalitas dalam Sepak Bola Profesional
Robertson menekankan bahwa mentalitas sangat penting bagi seorang atlet. Dalam dunia sepak bola yang penuh tekanan, kemampuan untuk tetap fokus dan termotivasi adalah kunci untuk bertahan. Semangat juang dan etos kerja menjadi aspek yang tak terpisahkan dari kariernya.
“Saya berusaha untuk menjadi contoh yang baik bagi rekan-rekan tim saya. Ketika ada kesempatan, saya akan selalu memberikan yang terbaik,” ujarnya dengan semangat. Mentalitas inilah yang membuatnya mampu beradaptasi dengan segala perubahan di tim.
Ia juga mengingatkan bahwa pemain harus siap menghadapi berbagai situasi. Dalam karier panjangnya, ada kalanya harus menerima keputusan yang tidak menguntungkan, tetapi hal itu tidak boleh membuat semangatnya pudar.
“Menjadi pemain cadangan bukanlah hal yang mudah, tetapi penting untuk tetap berkontribusi dengan cara lain,” tambahnya. Ketika tidak tampil di lapangan, Robertson berkomitmen untuk mendukung rekan-rekan tim dari bangku cadangan.
Perubahan posisi dan strategi tim mungkin mempengaruhi menit bermain, tetapi hal ini tidak akan mengubah rasa cintanya terhadap permainan. Keinginan untuk terus belajar dan berkembang tetap menjadi visinya dalam perjalanan kariernya.
Kemajuan Tim dan Kontribusi Pribadi
Dalam situasi yang baru, Robertson terus berupaya memberikan kontribusi, baik di dalam maupun di luar lapangan. Setiap sesi latihan menjadi momen untuk meningkatkan keterampilannya sekaligus mendorong rekan-rekannya untuk tampil lebih baik.
Robertson mengakui bahwa meskipun perannya berubah, ia siap berkolaborasi untuk kemajuan tim. Kesuksesan kolektif lebih signifikan dibandingkan meraih prestasi individu semata.
Dengan pengalaman yang dimilikinya, ia berperan sebagai mentor bagi pemain yang lebih muda. Bagi Robertson, berbagi pengetahuan dan pengalaman merupakan bagian dari tanggung jawabnya, sehingga tim dapat berkembang bersama.
“Tim tidak hanya terdiri dari pemain yang berpengalaman, tetapi juga pemain muda yang butuh dorongan,” imbuhnya. Ia terus berusaha menciptakan atmosfer positif agar setiap anggota tim merasa dihargai dan termotivasi.
Robertson berharap bahwa meskipun ada persaingan di posisinya, situasi ini justru akan memperkuat tim. Keseruan dan tantangan yang dihadapi tidak hanya akan meningkatkan kemampuan individu, tetapi juga kesolidan tim secara keseluruhan.
