JIS Digunakan untuk Konser K-pop, Persija Kesulitan Mencari Stadion untuk PSBS Biak

Persija Jakarta saat ini berada dalam situasi yang penuh tantangan. Stadion Jakarta International Stadium (JIS) tidak dapat digunakan sebagai kandang untuk sementara waktu, memaksa manajemen klub mencari solusi alternatif menjelang laga kandang melawan PSBS Biak.

Macan Kemayoran, julukan untuk Persija Jakarta, sebelumnya telah menetapkan JIS sebagai tempat tetap dalam Super League 2025/2026. Namun, kondisi rumput di stadion tersebut telah menjadi topik pembicaraan yang hangat di kalangan pemain dan pelatih.

Dalam beberapa kesempatan, kritik terhadap permukaan lapangan utama JIS mengemuka dari berbagai pihak. Selain masalah rumput, JIS juga sempat digunakan untuk konser boyband K-Pop, NCT Dream, yang diadakan pada 27-28 September 2025.

Keberhasilan acara konser itu, meskipun menarik, memiliki konsekuensi negatif terhadap kondisi lapangan. Hanya dalam dua hari konser, pemulihan rumput menjadi isu yang sulit diprediksi waktunya.

Dampaknya, Persija Jakarta tidak memiliki opsi stadion untuk melangsungkan pertandingan kandang di pekan ke-11 Super League 2025/2026 melawan PSBS Biak pada tanggal 31 Oktober. Situasi ini menambah kesulitan yang harus dihadapi oleh tim.

Upaya Persija Jakarta Menghadapi Permasalahan Stadion

Pihak manajemen dan panitia pelaksana pertandingan segera berupaya mencari alternatif stadion sebagai solusi. Menurut pernyataan Chief of Marketing I.League, Budiman Dalimunthe, koordinasi dalam pencarian tempat alternatif sudah dilakukan dengan pihak Persija.

Budiman menjelaskan bahwa panitia penyelenggara, atau LOC, tengah mencari keputusan yang tepat. Mereka berupaya keras untuk mencari lokasi lain agar pertandingan tetap bisa dilaksanakan tanpa kendala lebih lanjut.

“Kondisi di JIS saat ini tidak memungkinkan untuk digunakan,” ungkap Budiman. “LOC Persija sedang berdiskusi untuk mencari tempat yang dapat digunakan secepat mungkin.”

Kondisi ini menggambarkan kesulitan yang dihadapi klub-klub lokal yang memiliki ketergantungan pada satu stadion tertentu. Keputusan yang tepat dan cepat sangat diperlukan untuk menjaga kelangsungan kompetisi.

Tim manajemen tentunya ingin memastikan bahwa para pemain bisa bertanding dengan baik di lapangan yang layak. Jika tidak, bisa berdampak pada performa tim dan semangat para pemain.

Pendapat Pemain dan Pelatih Mengenai JIS

Beberapa pemain Persija Jakarta mengungkapkan keprihatinan mereka terhadap kondisi rumput di JIS. Rizky Ridho, salah satu pemain, bahkan menyatakan bahwa kerusakan rumput akibat konser sangat mengganggu persiapan tim.

Pemain lainnya juga menyuarakan ketidakpuasan yang sama, menegaskan bahwa sebuah lapangan yang baik adalah kunci untuk penampilan yang optimal. Para pelatih pun sepakat bahwa kondisi lapangan sangat berpengaruh pada hasil pertandingan.

“Kami sangat berharap situasi ini dapat segera teratasi,” ungkap salah satu pelatih tim. “Tim harus fokus pada permainan dan tidak terbebani oleh masalah eksternal.”

Kritik terhadap pengelolaan stadion juga datang dari berbagai kalangan suporter. Beberapa di antara mereka menginginkan transparansi lebih dalam pengelolaan stadion dan perencanaan yang lebih baik di masa depan.

Diskusi tentang langkah ke depan untuk stadion pun menjadi perhatian utama di kalangan penggemar dan berbagai stakeholder lainnya. Mereka ingin memastikan bahwa insiden serupa tidak terulang di kemudian hari.

Konsekuensi Jangka Panjang dari Masalah Stadion

Masalah yang dihadapi JIS menimbulkan pertanyaan mengenai manajemen stadion di Indonesia secara keseluruhan. Apakah stadion-stadion yang ada saat ini dikelola dengan baik sehingga bisa memenuhi berbagai kebutuhan, baik untuk olahraga maupun acara lainnya?

Dari pengalaman ini, penting bagi pihak berwenang untuk mengevaluasi pengelolaan stadion dengan lebih serius. Penilaian ulang terhadap penggunaan stadion dan pemeliharaan fasilitas menjadi sangat krusial untuk mencegah masalah serupa di masa depan.

Keberhasilan manajemen stadion juga berkaitan dengan citra klub dan daya tarik terhadap sponsor. Ketika stadion dalam kondisi baik, hal ini berdampak positif bagi semua pihak yang terlibat.

Dengan demikian, sebuah tanggung jawab yang lebih besar harus diambil oleh pengelola stadion. Keberlangsungan pertandingan sepak bola di Indonesia sangat dipengaruhi oleh kualitas dan kondisi infrastruktur yang ada.

Dengan menata kembali manajemen stadion, diharapkan bisa tercipta pengalaman yang lebih baik baik bagi pemain, klub, maupun penonton di masa mendatang.

Related Post