loading…
Perhelatan kompetisi sepak bola putri usia dini, MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Seri 2 2025-2026, telah resmi berakhir. Diselenggarakan di dua kota besar, Tangerang dan Semarang, turnamen ini tidak hanya menghasilkan sejumlah juara baru, namun juga mengukuhkan masa depan sepak bola putri Indonesia.
Dalam ajang bergengsi ini, para peserta menunjukkan semangat dan dedikasi yang luar biasa. Dengan jumlah partisipasi yang signifikan, MLSC menjadi momentum bagi pengembangan bakat-bakat muda di dunia olahraga, khususnya sepak bola putri.
Turnamen ini digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas permainan serta memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk berkompetisi. Dalam konteks ini, memainkan peran yang krusial untuk menjaring talenta-talenta baru di tanah air.
Momen Bersejarah di Tangerang dan Semarang
Di Tangerang, SDN Pinang 3 C berhasil mengukir sejarah dengan meraih juara untuk Kelompok Usia (KU) 10. Keberhasilan mereka menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk terus berpartisipasi dalam kompetisi serupa.
Sementara itu, di Semarang, SDN Klepu 03 mendominasi kategori KU 10, menandakan bahwa bakat sepak bola putri tidak hanya terkonsentrasi di satu daerah saja. Persaingan yang ketat membuktikan bahwa setiap tim memiliki potensi untuk bersinar.
Dengan total 1.424 siswi dari 135 sekolah yang berpartisipasi di Tangerang dan 1.239 siswi dari 65 sekolah di Semarang, turnamen ini menarik perhatian banyak pihak. Ini menunjukkan bahwa olahraga menjadi semakin diterima dan diminati di kalangan perempuan di Indonesia.
Dukungan dan Dedikasi dari Panitia dan Pelatih
Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, mengekspresikan rasa senangnya dengan pencapaian tersebut. Ia mengatakan bahwa kualitas permainan para peserta meningkat pesat dibandingkan dengan tahun sebelumnya, berkat persiapan yang lebih matang dari masing-masing tim.
Kehadiran sosok legendaris Jacksen F. Tiago sebagai Head Coach turut memberi dampak positif pada turnamen ini. Pengalamannya sebagai mantan pemain dan pelatih menjadi inspirasi bagi para peserta untuk terus berkembang.
Timo Scheunemann yang turut serta dalam proses pengembangan ini juga menekankan pentingnya peran turnamen dalam membentuk karakter serta kedisiplinan para pemain muda. Dengan dukungan pelatih berkualitas, masa depan sepak bola putri Indonesia semakin cerah.
Kesempatan Emas untuk Para Peserta Muda
Turnamen ini bukan hanya tentang memenangkan trofi, tetapi juga tentang memberikan pengalaman berharga kepada para peserta. Bersaing di tingkat ini memberikan mereka wawasan baru serta keterampilan yang berguna dalam perjalanan karir atletik mereka.
Setiap pertandingan menjadi ajang pembelajaran yang sangat berarti. Kontroversi, strategi, dan kerja sama tim adalah aspek-aspek penting yang mereka pelajari di lapangan hijau.
Para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dengan pelatih dan mantan pemain profesional, yang tidak hanya mengajarkan teknik bermain, tetapi juga membagikan pengalaman hidup mereka. Ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para pemain muda untuk mengejar mimpi mereka dalam dunia sepak bola.
